WELCOME GUEST! This Blog Is Under Construction By Admin

Minggu, 14 Juni 2020

Kewirausahaan Dan Analisis Pasar


Nama: Akbar Nurul Rizki                                                                                 
Tugas Vclass: Bulan ke-3  
Mata Kuliah: Kewirausahaan                                                                                              
Kelas/NPM: 4ID10/30416460
                                                                                                                                                         


A.      ANALISIS PASAR
Analisis pasar merupakan komponen yang sangat penting dalam hal perencanaan pemasaran suatu produk. Dengan melakukan analisis pasar, diharapkan akan meningkatkan omzet penjualan dan keuntungan perusahaan. Lebih jauh lagi, analisis pasar dilakukan untuk menemukan peluang bisnis dan potensi yang bisa dimanfaatkan.
Analisis pasar merupakan hal paling penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum melakukan usaha atau bisnis tertentu. Hasil dari analisis pasar akan bermanfaat untuk mengetahui potensi bisnis yang ada dan berapa lama suatu bisnis bisa bertahan.
Secara morfologi, analisis pasar terdiri dari dua kata, yaitu analisis dan pasar. Analisis adalah suatu kegiatan untuk mencermati dan mengamati secara terperinci sesuatu objek dengan cara menguraikan unsur-unsur pembentuknya atau penyusunnya untuk dikaji lebih lanjut. Sesuatu objek yang dimaksud dalam hal ini adalah produk dan data calon pelanggan yang berupa perilaku, keinginan dan lain-lain yang berhubungan dengan produk dan layanan.
Jadi, Analisis pasar adalah suatu analisis yang dilakukan untuk mempelajari berbagai masalah pasar. Analisis pasar menyangkut lokasi pasar, luas pasar, sifat pasar, dan karakteristik pasar. Dengan analisis pasar dapat diketahui pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan, di mana produk atau jasa tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dari sini dapat juga mengetahui seberapa besar permintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun dari konsumen. yang akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal
Analisis pasar merupakan bagian penting dalam prosedur yang dijalankan oleh perusahaan. Dengan adanya analisis pasar, manajer pemasaran dapat mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan para konsumen/ para pembeli barang dan jasa. Selain itu, adanya analisis pasar akan memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk memperkenalkan produk baru atau mengubah, memperbaiki, dan melengkapi produk yang telah di buat.
Pada dasarnya ruang lingkup analisis pasar mencakup tentang :
a. Pengumpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran
b. Penafsiran data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
c. Penyimpulan data dan fakta yang berhubungan dengan bidang pemasaran.
d. Pengendalian dalam bidang pemasaran.
Sedangkan secara umum, ruang lingkup analisis pasar itu mencakup permasalahan mengenai :
a. Barang dan jasa yang dipasarkan
Barang-barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan, berdasarkan analisis pasar yaitu:
1) Jenis dan sifat barang.
2) Kuantitas dan kualitas barang.
3) Warna dan ukuran barang.
4) Merek dan harga barang
5) Desain dan model barang
6) Barang-barang industri dan konsumsi
b. Letak pasar, sifat dan karakteristik pasar
Seorang manajer pemasaran harus mengetahui tentang letak pasar berikut sifat dan karakteristik pasar yang akan dituju. Tujuannya, untuk mempermudah manajer pemasaran melaksanakan target market, market strategi dan segmentasi pasar
c. Organisasi pembelian
Di sini, seorang manajer pemasaran harus mengetahui siapa yang membeli barang, siapa yang menggunakan barang, siapa yang paling berpengaruh di dalam pembelian barang, dan lain sebagainya
d. Kegiatan pembelian
Kegiatan pembelian meliputi dari siapa pembelian barang dilakukan, di mana pembelian barang dilakukan, berapa harga barang, berapa banyaknya barang yang dibeli, bagaimana persyaratan dalam pembelian barang, dan bagaimana cara pembeliannya.
e. Perkembangan pembelian
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui bagaimana perkembangan harga barang, bagaimana persediaan barang, bagaimana keadaan persaingannya, bagaimana keadaan permintaan dan penawarannya
f. Saingan perusahaan
Di dalam analisis pasar, perusahaan harus mengetahui keadaan persaingannya, apakah ada saingan yang melakukan tindakan mengejutkan atau adakah saingan yang tidak sehat.
g. Pola pembelian
Di dalam analisis pasar, perusahaan perlu mengetahui dan mengkaji kebutuhan dan keinginan, serta pola pembeliannya. Seperti kita ketahui bahwa pola pembelian para konsumen di pasar sangat berbeda-beda. Perencanaan pemasaran perusahaan sangat penting sekali bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan dan sama pentingnya untuk para manajer pemasaran yang mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Begitu pula mengenai analisis pasar adalah sangat penting di dalam
menentukan suatu keputusan yang efektif di dalam bidang pemasaran.

Tujuan Analisis Pasar

Ada beberapa tujuan utama dalam analisis pasar, antara lain mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi oleh perusahaan, dan menetapkan cara merancang serta menetapkan tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut. Analisis ini menuntut kebutuhan manajer pemasaran dalam memahami berbagai produk alternatif dan substitusi yang tersedia bagi para pelanggan potensial dan proses-proses yang digunakan konsumen dalam memutuskan pemilihan merek dan produk.
Berikut ini tujuan analisis pasar secara rinci, antara lain :
a. Mengenal lingkungan pasar
b. Mengenal tipe-tipe pasar
c. Mengetahui karakteristik pasar.
d. Menentukan keputusan yang tepat.
e. Menghadapi para pesaing.
f. Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran.
g. Membuat program dalam bidang pemasaran.
h. Mengenal ciri-ciri pasar

Faktor yang Memengaruhi Analisis Pasar

Salah satu faktor yang memengaruhi analisis pasar adalah tingkat frekuensi para konsumen atau para pembeli dalam membeli suatu barang Hal ini ditandai dengan sering tidaknya membeli barang dan bergantung pada tingkat konsumsi barang tersebut.
Adapun faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat konsumsi dalam pembelian barang-barang adalah :
a. Faktor umur
b. Faktor pendidikan
c. Faktor selera
d. Faktor agama
e. Faktor budaya
f. Faktor musim

Beberapa permasalahan dalam ruang lingkup analisis pasar, meliputi :
a. Barang dan jasa yang dipasarkan
b. Letak pasar, sifat dan karakteristik pasar
c. Organisasi pembelian
d. Kegiatan pembelian
e. Perkembangan pembelian
f. Saingan perusahaan
Apabila pada kenyataannya hasil produksi tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para konsumen, hal ini menandakan bahwa perusahaan yang bersangkutan mengalami kegagalan dalam usahanya. Barang-barang yang dihasilkan oleh perusahaan, berfungsi atau tidaknya ditentukan oleh para konsumen. Suatu barang yang mempunyai manfaat atau nilai guna, ada kemungkinan tidak akan dibeli jika barang tersebut tidak dikenal oleh para konsumen. Oleh karena itu perusahaan harus cepat mempromosikan barang-barang yang dibuat agar dapat memengaruhi para konsumen, serta agar dapat menciptakan permintaan

Kelebihan Analisis Pasar

Setelah melakukan suatu analisis pasar, dalam rangka menggiatkan penjualan barang-barangnya, perusahaan akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut
a. Perusahaan dapat meningkatkan omzet penjualan barangnya.
b. Perusahaan akan memperoleh keuntungan yang diharapkan
c. Perusahaan dapat meningkatkan produksinya
d. Barang-barang perusahaan yang bersangkutan akan menjadi terkenal.
e. Hasil produksi perusahaan akan digemari konsumen
f. Perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupny


Langkah-Langkah dalam Melakukan Analisis Pasar
  1. Menentukan Pasar Relevan (Relevant Market) Langkah pertama dalam analisis pasar yaitu kita harus menentukan pasar relevan.
  2. Menganalisis Permintaan Primer untuk Pasar Relevan.
  3. Menganalisis Permintaan Selektif dalam Pasar Relevan.
  4. Menetapkan Segmen Pasar. ...
  5. Menilai Persaingan.

B. SEGMENTASI, TARGETING, DAN POSITIONING

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar merupakan strategi yang sangat penting dalam mengembangkan program pemasaran. Dengan segmentasi pasar,diharapkan usaha-usaha pemasaran dilakukan dapat mencapai tujuan perusahaan secara efisien dan efektif.
Berikut pengertian dari beberapa ahli:
1.      Menurut Tjiptono dan Chandra dalam bukunya Pemasaran Strategik (2012 :150),pengertian segmentasi pasar adalah sebagai proses mengelompokan pasar keseluruhan yang heterogen menjadi kelompok-kelompok atau segmen- segmen yang memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan,keinginan,perilaku dan/atau respons terhadap program pemasarn spesifik”.
2.      Menurut Kotler (1994) adalah “suatu proses untuk membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang lebih homogen, dimana tiap kelompok konsumen dapat dipillih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan melalui strategi bauran pemasarannya.
3.      Menurut kasali (1998; 118) segmentasi pasar adalah proses yang mengotak-ngotakkan pasar (yang hiterogen) ke dalam kelompok-kelompok “potensial costumer” yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama pola membelanjakan uangnya
4.      Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda (lupiyoai, 2001, 34).
Dalam langkah ini, manajer memahami berbagai cara untuk mengelompokkan konsumen ke dalam segmen-segmen yang para anggotanya memiliki respons yang sama terhadap program pemasaran spesifik.
Berikut beberapa ketentuan untuk menetapkan segmentasi pasar yang baik:
a. Segmen mudah dijangkau
Segmentasi pasar haruslah mudah dijangkau sehingga proses pemasaran bisa lebih efektif. Jika segmentasi pasar sulit dijangkau maka pendistribusian produk pun sulit dilakukan.
b. Segmen mudah diukur
Segmentasi pasar seharusnya bisa diukur dengan jelas sehingga bisa memperkirakan seberapa besar kemampuan untuk memasuki pasar tersebut sebagai target pemasaran
c. Sesuai kemampuan pemasar
Segmentasi pasar yang diukur sesuai kelayakan pemasar maksudnya bisa mengukur segmentasi pasar sesuai dengan kemampuan pemasaran produk. Jika segmen yang pilih itu banyak kendalanya maka proses pemasaran tidak akan berjalan dengan mulus.

Targeting

Target Pasar (targeting) adalah sebuah kelompok konsumen yang menjadi sasaran pendekatan perusahaan agar mau membeli produk yang di pasarkannya. Target pasar juga dapat diartikan sebagai sekelompok pembeli yang memiliki karakteristik yang sama yang membuat pasar independen. Untuk menentukan target pasar, perusahaan harus mempertimbangkan dengan hati-hati segmen mana yang dimasukkan dan ukuran segmen mana.
Banyak pihak yang masih bingung dengan istilah segmentasi pasar dan target pasar karena mereka identik pada pandangan pertama, tetapi perbedaan dasarnya adalah bahwa segmentasi pasar lebih cenderung terdiri dari konsumen yang berbeda (heterogen) dalam kelompok dengan kelompok sasaran yang berbeda untuk membagi properti yang sama. Sementara target pasar menentukan kelompok konsumen mana yang dilayani.
Targeting menetapkan target pasar apa yang ingin disasar. Targeting mengevaluasi minat dari segmen pasar yang berbeda dan kemudian menentukan segmen pasar mana yang Anda targetkan. Target pasar adalah kelompok yang dipilih oleh perusahaan sebagai pelanggan potensial dengan arah dan segmentas
Dengan menerapkan target pasar, perusahaan dapat mengembangkan posisi produk dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar yang relevan. Target pasar sangat berguna terutama dalam:
  1. Menyederhanakan penyesuaian strategi bauran produk dan pemasaran ke pasar referensi.
  2. Pengembangan posisi produk dan strategi bauran pemasaran (bauran pemasaran).
  3. Dengan mengidentifikasi bagian-bagian pasar yang sebenarnya dapat dilayani, perusahaan dapat berada dalam posisi yang lebih baik.
  4. Mengantisipasi persaingan.
  5. Menggunakan sumber daya perusahaan secara efisien dan efektif.
  6. Akses peluang pasar yang lebih luas.
Ketika menentukan target pasar, ada 5 faktor harus dipertimbangkan sebelum memutuskan segmen mana yang harus dimasukkan perusahaan. Faktor-faktor ini yaitu:
1.      Ukuran Segmen.
Perkiraan ukuran segmen yang akan ditangani adalah faktor penting dalam memutuskan apakah segmen tersebut berjanji untuk dipenuhi. Perusahaan besar memilih segmen dengan volume penjualan besar dan cenderung menghindari atau menolak segmen kecil. Sebaliknya, perusahaan kecil menghindari segmen besar karena mereka membutuhkan lebih banyak sumber daya.

2.      Pertumbuhan Segmen
Faktor pertumbuhan segmen juga merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan ketika menentukan target pasar. Meskipun ukuran segmen saat ini relatif kecil, ini tidak mengecualikan kemungkinan pengembangan di masa depan jika ada tanda-tanda positif pembangunan. Karena pada dasarnya segmen kecil adalah segmen pasar yang potensial. Seperti di masa lalu, misalnya usia 60 dan lebih tua belum menjadi fokus pasar perusahaan. Namun, banyak layanan dan produk kini ditawarkan untuk segmen ini (50 tahun ke atas).

3.      Analisis Situasi
Faktor selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah analisis situasi. Perusahaan harus terlebih dahulu melakukan analisis situasi yang cermat. Analisis situasi mencakup manajemen konsumen, pemasok, dan dealer. Secara umum, perusahaan melakukan analisis situasi dengan analisis SWOT.

4.      Sumber Daya Peruasahaan
Faktor keempat yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan target pasar adalah sumber daya perusahaan. Perusahaan memperoleh sumber daya dari perusahaan itu sendiri atau melalui kerja sama dengan pihak luar. Konsekuensi dari sumber daya yang diperoleh dari bekerja dengan pihak eksternal, khususnya manfaat dan risiko perusahaan, dibagikan. Bentuk kerja sama dengan pihak luar dapat dicapai melalui inisiatif atau melalui produksi bersama.

5.      Biaya yang Harus Dikeluarkan untuk Mencapai Segmen
Segmen harus cocok untuk kegiatan pemasaran perusahaan. Jika segmen yang dipilih tidak cocok, seharusnya tidak perlu. Oleh karena itu, identifikasi segmen yang akan ditangani harus dilakukan dengan hati-hati. Ada banyak contoh segmen yang pernah dianggap memiliki potensi besar tetapi tidak diharapkan, meskipun perusahaan telah mengeluarkan biaya tinggi.
Positioning
Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga, konsumen memahami dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya.
 Menurut Al Ries dan Jack Trout, positioning bukanlah apa yang Anda lakukan terhadap produk, tapi apa yang Anda lakukan terhadap benak konsumen, yaitu memposisikan produk dalam benak konsumen. Positioning produk yang baik adalah jika produk tersebut lebih unggul daripada produk lain yang sejenis. Sebuah bisnis dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan atas produk yang ditawarkan dan produk pesaing yang akan menghasilkan peta persepsi.
Melalui informasi dari peta persepsi ini, maka berbagai strategi penentuan positioning produk dapat dilakukan berdasarkan:
1.      Atribut produk. Contohnya, saat ini telah banyak ditemukan produk minuman teh dalam kemasan, namun diposisikan sebagai minuman ringan seperti minuman soda. Sehingga minuman teh dalam kemasan (gelas, botol, atau karton) bukanlah minuman yang diminum pada sore hari, namun pada saat melakukan perjalanan.
2.      Manfaat Produk. Produk dikaitkan dengan kegunaan tertentu, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang sama. Contoh, produk obat sakit maag X mengklaim bahwa obatnya dapat menyembuhkan maag dengan lebih cepat dan aman. Sedangkan produk Y juga mengklaim hal serupa, namun dengan penambahan manfaat tertentu. Padahal terdapat kesamaan kandungan obat yang mereka gunakan.
3.       Harga dengan kualitas terbaik. Strategi positioning melalui harga tidak selalu identik dengan harga yang lebih murah saja, tapi juga dengan memberi harga yang pantas sesuai dengan kualitas barang yang dihasilkan. Memposisikan produk dengan harga yang lebih terjangkau daripada produk sejenis milik kompetitor ditambah dengan kualitas yang lebih baik akan membuat positioning produk akan lebih kuat tertancap di hati para konsumen.
4.      Menurut pemakai. Strategi ini biasanya membutuhkan pencitraan dari brand ambassador atau model yang ditunjuk untuk mewakili iklan perusahaan. Contohnya produk minuman berenergi yang memposisikan diri bahwa produknya dikonsumsi oleh atlet dan tokoh terkenal. Produk lain yang biasanya menggunakan strategi ini adalah produk kecantikan, obat tradisional, atau makanan. Setiap tokoh atau public figure yang dipilih biasanya akan membawa citra tersendiri untuk produk yang dipasarkan.
5.      Menurut Pesaing. Strategi ini menggunakan pesaing bisnisnya untuk memposisikan diri sebagai yang lebih baik daripada pesaing utamanya. Contohnya iklan obat herbal yang memposisikan dirinya hanya dikonsumsi oleh orang yang pintar. Kemudian, muncul pesaing yang mengklaim jika orang bejo (beruntung) akan mengonsumsi herbal tersebut. Konsumen tinggal pilih, mau menjadi pintar atau bejo?
6.      Kategori Produk. Produk diposisikan sebagai leader dalam suatu kategori produk. Biasanya bisnis yang menggunakan strategi ini hanya mengkhususkan pada satu produk walaupun memiliki beberapa varian atau tipe produk. Contohnya sebuah kebun binatang yang mengklaim sebagai tempat edukasi selain wisata. Kebun binatang tersebut mencoba menjadi pembeda dari tempat wisata serupa dan memberi strategi positioning yang akan membuat konsumen akan selalu ingat, kalau mau belajar sambil berekreasi, maka kebun binatang tersebut adalah tempat rujukan yang tepat.

C.      FORECASTING

Peramalan atau forecasting adalah suatu aktivitas dalam memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dalam waktu yang relatif cukup lama. Pengertian lainnya yaitu teknik analisa perhitungan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif atau kuantitatif, dalam melakukan perkiraan peristiwa di masa depan dengan pemakaian referensi data di masa lalu.
Tujuan dari peramalan ini adalah untuk memprediksi prospek ekonomi serta aktivitas usaha dan pengaruh lingkungan pada prospek tersebut. peramalan adalah bagian yang paling penting di setiap perusahaan atau organisasi bisnis ketika mengambil keputusan manajemen.
Peramalan sendiri juga bisa menjadi dasar dalam rencana jangka pendek menengah atau jangka panjang, di sebuah perusahaan. Di dalam peramalan ini dibutuhkan seminin mungkin kesalahan di dalamnya. agar dapat meminimalisir tingkat kesalahan itu, maka akan lebih baik jika dilasakanakan dalam satuan angka atau kuantitatif.
Menurut Heizer dan Render (2009:47), peramalan (forecasting) mempunyai tujuan antara lain:
1.       Sebagai pengkaji perusahaan yang saat ini berlaku, juga di masa lalu. Dan melihat sejauh mana pengaruhnya di masa yang akan datang.
  1. Peramalan diperlukan karena adanya time lag atau delay antara saat kebijakan perusahaan ditetapkan dan ketika implementasi.
  2. Peramalan merupakan dasar penyusutan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam sebuah rencana bisnis.
Fungsi dari peramalan akan diketahui saat mengambil keputusan. Keputusan yang baik adalah keputusan yang berdasarkan atas pertimbangan, apa yang akan terjadi saat keputusan itu dijalankan. Bila kurang tepat ramalannya maka masalah peramalan menjadi masalah yang sering dihadapi (Gingting, 2007).

Kegunaan atau manfaat dari peramalan adalah sebagai berikut:
1.       Sebagai alat bantu untuk merencanakan yang efektif dan efisien
  1. Untuk menetapkan kebutuhan sumber daya pada masa yang akan datang
  2. Untuk membuat keputusan yang tepat

Metoga peramalan (forecasting) adalah cara mengestimasi atau memperkirakan dengan kuantitaif/kualitatif apa yang terjadi di masa depan. Menurut data yang relevan di masa lalu. Pemakaian metode peramalan ini adalah untuk memprediksi dengan cara yang sistematis serta pragmatis, atas dasar data yang relevan di masa lalu. Sehingga metode peramalan dapat memberi objektivitas yang lebih besar.

Jenis metode peramalan itu, antara lain :
1.       Metode peramalan yang berdasar pada penggunaan analisa keterkaitan diantara variabel yang diperkirakan dengan variabel waktu dengan deret yang berkala atau time series.
  1. Metode peramalan yang berdasar pada penggunaan analisis pola hubungan diantara variabel yang akan diperkirakan, dengan variabel lainnya yang menjadi pengaruh yang bukan disebut metode korelasi atau sebab akibat atau metode causal.
Menurut Herianto (2008:78) berdasarkan horizon waktu, peramalan (forecasting) bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.      Peramalan jangka panjang. Yaitu yang meliputi waktu yang lebih panjang dari 18 bulan, contohnya peramalan yang diperlukan di dalam hubungannya dengan penanaman modal, merencanakan fasilitas, serta merencanakan untuk kegiatan litbang.
2.      Peramalan Jangka Menengah. Adalah yang mencakup waktu 3-18 bulan, contohnya peramalan di dalam keterkaitannya dengan merencanakan penjualan, merencanakan produksi dan merencanakan tenaga kerja tidak tetap.
3.      Perencanaan Jangka Pendek. Yaitu yang meliputi jangka waktu kurang dari tiga bulan. Contohnya peramalan dalam keterkaitannya dengan merencanakan pembelian material, membuat jadwal kerja dan menugaskan karyawan.
Menurut Heizer dan Render (2009:47) berdasaskan fungsi dan perencanaan operasi pada masa depan, peramalan (forecasting) dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.      Peramalan Ekonomi (Economic Forecast). Peramalan ini membahas tentang siklus bisnis dengan prediksi tingkat inflasi tersedianya uang, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan perumahan serta indikator perencanaan yang lainnya.
2.      Peramalan Teknologi (Technological Forecast). Peramalan ini memahami tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik serta peralatan yang baru.
3.      Peramalan Permintaa (Demand Forecast). Adalah proyeksi permintaan pada produk atau layanan perusahaan. Proyeksi permintaan produk/layanan perusahaan. Proyeksi ini dapat disebut dengan peramalan penjualan sebagai pengendali produksi, kapasitas dan juga sistem penjadwalan dan menjadi input untuk merencanakan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.
Menurut Saputro dan Asri (2000:148) berdasarkan jenis data ramalan yang disusun, peramalan jenis ini dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Peramalan Kualitatif. Merupakan peramalan yang berdasar pada kualitatif di masa lalu. Hasil ramalannya dibuat tergantung pada orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena peramalan itu ditentukan menurut pemikiran yang bersifat intuitif, pendapat serta pengetahuan dan pengalaman dari penyusunnya. Peramalan ini sering kali berdasarkan pada hasil penyelidikan seperti misalnya  pendapat salesman, pendapat sales manajer, pendapat para ahli dan survey konsumen.
2.      Peramalan Kuantitatif. Adalah peramalan yang berdasar pada data penjualan di masa lalu. Hasil peramalann yang dibuat bergantung pada metode yang dipakai di dalam peramalan itu. Penggunaan metode yang berbeda, hasilnya pun akan berbeda.
Menur Ginting (2007) berdasarkan sifat penyusunnya, peramalan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1.      Peramalan Subjektif. Merupakan peramalan yang berdasar pada perasaan atas intuisi dari orang yang menyusunnya.
2.      Peramalan Objektif. Merupakan peramalan yang berdasar pada data yang relevan di masa lalu dengan menggunakan teknik serta metode di dalam menganalisa hal itu.

D.      STRATEGI PEMASARAN

Strategi pemasaran adalah upaya untuk memasarkan suatu produk, apakah itu barang atau jasa, menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi.

Definisi strategi pemasaran juga dapat diartikan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, karena potensi untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah orang yang mengetahui hal ini.
Strategi Pemasaran memiliki peran penting dalam suatu perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik harga barang maupun jasa.
Ada tiga faktor penentu nilai harga barang dan jasa, yaitu:
1.       Produksi
  1. Pemasaran
  2. Konsumsi
Dalam hal ini, pemasaran adalah bagian yang menghubungkan antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Implementasi atau penerapan Strategi Pemasaran melalui langkah-langkah berikut:
1.      Segmentasi Pasar (Market Segmentation)
Tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi untuk produk food truck kami ialah berbagai kalangan.

2.      Penentuan Target Pasar (Market Targeting)
Yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani. Menetapkan target pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang tepat dengan pelanggan yang tepat. Atau perusahaan mungkin memutuskan untuk menawarkan rangkaian lengkap produk untuk melayani semua segmen pasarnya. Sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani satu segmen tunggal, dan jika ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen. Target pasar untuk food truck kami ialah kalangan remaja, kenapa? Karena mereka rata-rata aktif sosial media, itu akan memberikan hal positif bagi kami.

3.      Diferensiasi & Posisi Pasar (Differentiation & Positioning)
Perusahaan harus memutuskan bagaimana membedakan penawaran pasar mereka untuk setiap segmen target dan posisi apa yang ingin mereka tempati di segmen tersebut, posisi produk adalah produk yang ditempati relatif terhadap para pesaingnya di benak konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar yang unik untuk produk mereka. Jika suatu produk dianggap persis sama dengan produk lain di pasaran, konsumen tidak punya alasan untuk membelinya.
Pada umumnya, terdapat 4 tujuan strategi pemasaran, yaitu:
  1. Untuk meningkatkan kualitas koordinasi antar individu di dalam tim pemasaran
  2. Sebagai ukuran hasil pemasaran atas dasar standar pencapaian yang sudah ditentukan
  3. Sebagai dasar logis dalam langkah pengambilan keputusan pemasaran
  4. Untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi apabila terdapat perubahan pemasaran
Beberapa strategi pemasaran populer yang dapat diterapkan:
1.      Kemitraan (Partnership).
Kemitraan Pemasaran memiliki sejumlah keunggulan, misalnya berkolaborasi dengan pihak lain. Strategi pemasaran ini dianggap murah dan lebih mungkin berhasil.

2.      Bekerja sama dengan Influencer
Jangan meremehkan kemampuan influencer. Mereka benar-benar memiliki banyak pengaruh pada penjualan Anda, dengan jangkauan pengikut yang besar. Ketika Anda mengontrak influencer untuk mempromosikan produk Anda, tentu bukan tidak mungkin untuk mendapatkan banyak keuntungan. Influencer tidak hanya dari selebriti, tergantung pada produk Anda juga. Vloggers dan blogger juga dapat memiliki pengaruh besar.

3.      Melibatkan Karyawan
Tidak ada yang salah dengan melibatkan karyawan Anda dalam beberapa proyek. Coba sesekali membuat iklan lucu yang melibatkan karyawan. Tentu saja ini memiliki efek ganda. Mereka akan senang berbagi video dengan perusahaan selain meningkatkan efektivitas kerja. Karyawan rata-rata merasa bangga ketika terlibat dalam proyek seperti ini.

4.      Menjaga Pelanggan Lama
Nah, ini penting. Selalu perlakukan pelanggan lama dengan baik karena mereka yang paling loyal dalam membeli produk. Coba berikan bonus kecil khusus untuk pelanggan lama. Kebanyakan dari mereka adalah yang paling loyal mempromosikan produk yang mereka temukan memuaskan.

E.       4P (PRODUCT, PLACE, PROMO, DAN PRICE)
Salah satu tujuan dari marketing adalah memastikan agar produk atau jasa yang dibuat oleh perusahaan dikenal masyarakat sehingga nantinya perusahaan dapat mendapatkan laba dari penjualannya. Maka tidak aneh saat sebuah perusahaan rela mengeluarkan banyak biaya untuk membuat strategi pemasaran. Strategi pemasaran sebenarnya tidak hanya untuk perusahaan besar, perusahaan kecil  juga harus memilikinya, contohnya seperti strategi pemasaran 4P.  Istilah strategi pemasaran 4P merupakan dasar yang harus dijadikan patokan awal saat hendak menjalankan bisnis.
Biasanya, konsep strategi pemasaran 4P termasuk dalam materi yang dipelajari pertama kali di setiap pelajaran tentang marketing atau pemasaran. Bahkan sejak dulu, strategi pemasaran ini tetap relevan. Tapi tentu saja, di era digital yang membuat bisnis tak mengenal batas ini, strategi harus lebih jitu dan tepat sasaran.
Strategi pemasaran memiliki berbagai macam jenis, salah satunya yakni strategi pemasaran 4P. Strategi pemasaran 4P merupakan kumpulan alat pemasaran taktis yang terdiri dari product (produk), price (harga), place (tepat) dan promotion (promosi) yang dipadukan agar menghasilkan respons yang diinginkan di pasar.
1.      Produk
Sebagai pelaku usaha, kita harus bisa membuat produk atau jasa yang diterima oleh masyarakat. Kita dapat memulainya dengan cara mengembangkan produk atau jasa yang dimiliki menjadi lebih baik. Mintalah kritik dan saran dari konsumen, kemudian tampung semua saran dan kritik tersebut sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan. Selain itu, juga dapat membuat produk atau jasa apapun yang kualitasnya baik. Kualitas produk atau jasa yang baik tentu saja akan memberikan kepuasan yang tinggi dari konsumen. Sebaliknya, kualitas produk atau jasa yang buruk  juga akan membuat konsumen kecewa dan mereka tidak mau untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa yang kedua kalinya. Produk yang kami tawarkan adalah makanan jadi kulitas dan kesehatanya harus terjaga.

2.      Price
Harga merupakan salah satu hal yang sensitif dalam sebuah bisnis. Umumnya, konsumen akan menjadikan harga sebagai patokan untuk membandingkan dengan dengan kompetitor. Sehingga, penting untuk menentukan harga yang baik, karena harga akan berpengaruh terhadap penjualan. Jangan sampai salah menentukan harga yang membuat konsumen menjadi tidak tertarik untuk membeli produk atau jasa kita. Untuk menentukan harga sebenarnya mudah, kita dapat melihat harga pasar atau dengan menghitung HPP dan profit yang diinginkan dan sebagainya. Intinya, harga yang ditawarkan atau tetapkan sebaiknya adalah harga yang masuk akal.

3.      Place
Tempat atau lokasi merupakan salah satu faktor penentu bisnis. karenanya pilihlah lokasi yang tepat atau yang pas. Maksudnya pilihlah lokasi yang strategis dan benar. Lokasi yang strategis merupakan lokasi yang ramai, dilalui oleh banyak orang. Sehingga calon konsumen dan konsumen tertarik serta mudah untuk menemukan tempat jualan kita. Namun, strategi saja tidak cukup, perlu ada kata tempat yang pas atau tepat. Mengapa demikian? Karena tempat yang strategi jika tidak tepat atau pas juga tidak memiliki efek apa pun. Tempat yang sesuai untuk bisnis food truck kami ialah tempat yang strategis serta bersih.

4.      Promotion
Promosi merupakan ujung tombak untuk memperkenalkan produk atau jasa kepada masyarakat. Kini kegiatan pemasaran atau promosi lebih mudah dilakukan dengan dapat memanfaatkan media sosial,  memasang iklan, kerja sama sponsorship, mengikuti bazar dan banyak lagi.




Share:

Minggu, 19 April 2020

Kewirausahaan dan Aspeknya




Tugas Bulan Ke 2

Nama: Akbar Nurul Rizki                                                                                                                      NPM : 30416460                                                                                                                                    
Kelas: 4ID10





Bagian Ke 1

A.      DASAR-DASAR KEWIRAUSAHAAN

Secara umum, pengertian kewirausahaan adalah suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah.

Kewirausahaan juga bisa diartikan sebagai suatu sikap mental seseorang yang memiliki kreativitas, aktif, bercipta daya untuk membuat sesuatu yang unik dan baru dan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Kewirausahaan memiliki proses yang dinamis untuk menciptakan sesuatu yang disertai tenggang waktu, modal, sumber daya dan juga risiko.

Secara bahasa dalam Wikipedia, arti kewirausahaan adalah suatu proses untuk mengembangkan, mengindentifikasi, dan mewujudkan visi dan misi dalam kehidupan. Kata “Kewirausahaan” berasal dari kata wira dan usaha. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Wira berarti; pejuang, berani dan berwatak agung, berbudi luhur. Sedangkan kata Usaha berarti; bekerja, berbuat amal, berbuat sesuatu.

Berikut ini pengertian kewirausahaan menurut para ahli:

1.      Joko Untoro: Kewirausahaan adalah suatu keberanian untuk melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, berdasarkan kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

2.      Eddy Soeryanto Soegoto: Kewirausahaan adalah usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

3.      Ahmad Sanusi: Kewirausahaan  adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

4.      Soeharto Prawiro: Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.

5.      Peter Drucker: Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain.

6.      Zimmerer: Kewirausahaan adalah sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan bisnis

7.      Siswanto Sudomo: Kewirausahaan adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat pekerja keras dan mau berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.

Seorang yang berwirausaha pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Selain melakukannya untuk diri sendiri, seorang wirausahawan juga melakukan kegiatan wirausaha untuk kepentingan orang lain.

Berikut ini adalah beberapa tujuan seseorang berwirausaha:

  1. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain dan membantu mereka untuk menjadi pengusaha mandiri.
  2. Menciptakan jaringan bisnis yang baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di sekitarnya.
  3. Meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan juga masyarakat di sekitar usaha yang dijalankan dengan membuka lapangan kerja.
  4. Menularkan dan mengembangkan semangat berwirausaha kepada orang lain.
  5. Membantu para pengusaha muda untuk berkreasi dan berinovasi.

Membangun bisnis yang besar berawal dari bisnis yang kecil. Bisnis tidak melulu harus dengan modal materi yang besar namun juga disertai dengan modal moril yang tinggi.

B. KARAKTERISTIK WIRAUSAHA


Seseorang yang ingin memulai bisnis tentu harus memiliki karakteristik dan jiwa kewirausahaan. Tanpa jiwa kewirausahaan bisa jadi bisnis yang sedang dirintis berhenti di tengah jalan karena penyebab yang sederhana, seperti ketidakmampuan mengatasi kepercayaan diri untuk menjalankan bisnis.

Berikut ini beberapa karakteristik kewirausahaan yang harus dimiliki seorang pebisnis untuk menjamin bisnis yang dijalankannya bisa berjalan dengan baik dan mendapat keuntungan sesuai dengan yang ditargetkan:

1.      Percaya diri

Tanamkan sikap percaya diri agar apa yang dikerjakan bisa maksimal. Percaya diri juga akan membantu saat berada dalam kesulitan dan membantu dalam menutupi kekurangan. Memiliki Kepercayaan diri yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang lain.



2.      Berorientasi pada tugas dan hasil

Sebelum menjalankan sebuah usaha, pikirkanlah apa tujuan dan hasil seperti apa yang dikehendaki. Seorang wirausaha harus mempunyai sikap tanggung jawab pada tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Ia juga harus bertanggung jawab pada hasil dari tugas yang dibebankannya



3.      Berani menanggung risiko

Di dunia ini, tidak ada satu hal pun yang bebas risiko. Dengan berani mengambil risiko juga berarti belajar untuk bagaimana bisa meminimalisirnya sehingga di kemudian hari, yang ditakuti tidak akan terjadi. Berani menanggung risiko juga berhubungan dengan sikap keinginan untuk bertanggung jawab. Para wirausahawan siap menanggung risiko atas segala tindakan yang diambilnya. Dalam bertindak, wirausahawan akan memikirkan tindakannya secara matang, sehingga risiko yang akan muncul akibat tindakannya dapat diperkirakan.



4.      Memiliki jiwa kepemimpinan

Pebisnis harus memiliki jiwa kepemimpinan, baik untuk dirinya sendiri maupun bawahannya. Dalam artian mampu memimpin atau mengendalikan dirinya sendiri dan anggotanya dalam pengambilan keputusan.

Kepemimpinan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausaha untuk memimpin anak-anak buahnya atau pegawainya. Seseorang tidak akan bisa menjadi seorang wirausaha bila ia tidak bisa memimpin, baik memimpin diri sendiri maupun memimpin orang lain



5.      Keorisinilan

Orisinil atau original, artinya seorang wirausaha harus mempunyai ide sendiri, inovatif, memiliki gagasan baru untuk menjalankan usahanya, dan pemikiran yang maju tidak hanya mengekor pada orang lain. Sifat Orisinal tentu tidak selalu ada pada diri seseorang dan karena itu harus dibangun dalam diri seseorang saat akan memulai usahanya.



6.      Berorientasi ke masa depan

Seseorang wirausaha harus mempunyai visi ke depan apa yang hendak ia lakukan. Lalu, apa yang ingin dicapai. Sebuah usaha bukan didirikan hanya untuk sementara, tetapi untuk selama mungkin. Oleh sebab itu, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.



7.      Jujur dan tekun

Untuk menjadi seorang wirausaha juga dibutuhkan sikap jujur dan tekun. Sikap ini harus benar-benar dijunjung agar usaha yang dijalani mendapat kepercayaan dari konsumen. Jujur terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan pegawai-pegawainya. Tekun dalam mencari ide-ide baru yang lebih kreatif dari ide-ide yang sudah ada dan tekun dalam merintis usahanya yang baru akan mulai berkembang.



8.      Memiliki kreativitas tinggi

Kreativitas adalah hal pokok yang dibutuhkan oleh seseorang untuk membangun usahanya. Tanpa kreativitas maka usahanya tidak akan berkembang, tidak mempunyai ciri khas, dan mudah termakan zaman sehingga mudah diambang kebangkrutan. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada. Rahasia kewirausahaan dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi setiap hari.



9.      Memiliki komitmen, etos kerja, dan tanggung jawab

Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatiannya pada usaha yang digelutinya. Dalam menjalankan usahanya tersebut, seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang menggebu-gebu dan memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan usahanya. Ia tidak pernah setengah-setengah dalam berusaha, berani menanggung risiko, selalu bekerja keras, dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh terhadap pekerjaan yang digelutinya, wirausaha sehebat apapun pasti akan menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu, penting sekali bagi seorang wirausaha untuk memiliki komitmen terhadap usaha dan pekerjaannya.



10.  Pandai mencari peluang

Nilai esensial dari berwirausaha adalah bagaimana bisa menangkap peluang dan menarik hal positif dari fenomena di sekitar kita. Kemudian bisa memberi tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Pengertian itu juga menampung wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat.



11.  Mandiri

Sikap mandiri yang dikembangkan sejak dini akan membantu dalam memulai dan mengelola bisnis. Dengan memiliki sikap ini maka tidak akan mudah bergantung dengan orang lain, mampu menyelesaikan masalah-masalah kecil dan memanajemen bisnisdengan baik. Tentu saja keuntungan akan lebih banyak.

Seorang wirausaha dituntut untuk selalu menciptakan hal baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya, mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan konsumen. Oleh karena itu, seorang wirausaha hendaknya mandiri



12.  Memiliki kemampuan manajerial

Salah satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan memanajerial atau mengurus usaha yang sedang digelutinya. Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengorganisasikan usaha, memvisualisasikan usaha, mengelola usaha dan sumber daya manusia, mengontrol usaha, maupun mengintegrasikan operasi perusahaannya yang kesemuanya itu adalah merupakan kemampuan manajerial yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha.



13.  Disiplin

Dalam melakukan aktivitas, dalam hal apa pun, sikap disiplin sangat perlu untuk diterapkan. Disiplin tidak hanya berarti harus tepat waktu, tetapi juga ketepatan dalam berkomitmen terhadapa pekerjaan dan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Disiplin akan memberi pengaruh besar terhadap hasil pekerjaan, sistem kerja, dan penilaian orang lain terhadap kita. Seorang wirausaha harus memiliki kedisiplinan yang tinggi, ketepatan komitmen wirausaha terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja, dan sebagainya



14.  Realistis

Bagaimanapun bentuk gagasan dan tujuan yang ingin dicapai, harus tetap realistis. Meskipun di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, tetapi perlu ditelaah apakah hal tersebut bisa mendukung dan mempunyai potensi untuk dilakukan? Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta atau realita sebagai landasan berfikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan atau perbuatannya.



15.  Motif berprestasi tinggi

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat dalam berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda, motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.



16.  Memiliki mimpi
Tidak ada wirausahawan yang tidak mempunyai mimpi, dan akan lebih sukses lagi bila mempunyai visi dan misi ke depan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkan impiannya.



17.  Memiliki Ketegasan

Seorang wirausaha itu mempunyai hasrat ingin maju, tegas, energik, penuh semangat, dan tidak bekerja lambat. Setiap keputusan yang diambil selalu diperhitungkan. Kecepatan dan ketepatan merupakan faktor kunci dalam kesuksesan bisnisnya.



18.  Memiliki ketetapan hati dan kebulatan tekad

Seorang wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi, sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.



19.  Berdedikasi

Seorang wirausaha yang cerdas itu mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, karena dedikasi yang tinggi maka kesuksesan akan selalu menghampirinya. Seorang wirausaha yang berdedikasi tinggi terhadap bisnisnya. Kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausahawan di dalam melaksanakan pekerjaanya tidak mengenal lelah



20.  Dapat mengendalikan emosi

Seorang wirausaha harus dapat mengendalikan dirinya dari amarah. Tetap tenang menghadapi segala masalah untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.



21.  Semangat tinggi dan kemauan keras

Tidak hanya daya kreativitas saja, seorang wirausahawan yang ingin membangun bisnis harus memiliki semangat tinggi dan kemauan keras. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa apa yang akan dikerjakan akan membawa pada keberhasilan.



22.  Mempunyai daya analisis yang baik

Seorang wirausaha harus memiliki daya analisis terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Misal saja memperhitungkan untung rugi, persaingan, nilai jual barang atau jasa dan kemampuan analisis pasar lainnya. Hal ini penting dimiliki dalam diri seorang wirausahawan yang sedang menggeluti bisnis, karena betujuan untuk meminimalisir kerugian.



23.  Membuat keputusan dan melaksanakannya

Pebisnis yang hebat adalah yang mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat untuk menghasilkan sesuatu. Pebisnis yang memiliki jiwa kewirausahaan adalah yang memiliki perhitungan dalam setiap keputusannya dalan melaksanakan keputusan tersebut sesuai yang sudah disepakati bersama timnya. Melaksanakan keputusan dengan cepat meminimalisir hilangnya peluang.



C.      SUMBER-SUMBER PELUANG USAHA



Dalam menjalankan wirausaha, satu hal terpenting yang perlu dipikirkan adalah peluang apa saja yang bisa kita jadikan bisnis. Untuk menangkap peluang yang ada perlu digali dari berbagai inspirasi. Bebrapa sumber ide dan inspirasi untuk mencari peluang wirausaha adalah sebagai berikut:



Peluang dari Diri Sendiri

Beberapa macam peluang yang berasal dari diri kita sendiri, antara lain:

1.       Hobi

Dengan menekuni bidang yang digemari (hobi) bisa menjadi awal dari kesuksesan seseorang dalam berwirausaha, bahkan usahanya bisa berkembang dan tumbuh pesat.

2.       Keahlian

Keahlian yang dimiliki dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha yang sesuai dengn bidang keahlian.

3.       Pengetahuan dan latar belakang pendidikan

Pengetahuan dan latar belakang pendidikan merupakan salah satu hal yang paling potensial untuk menemukan peluang karena Anda sudah mengetahui, memelajari dan memahami bidang yang ditekuni.



Peluang dari Lingkungan

Banyak peluang dan ide yang bisa dijadikan inspriasi dari lingkungan kita, di antaranya adalah sebagai berikut:

1.      Usaha atau bisnis orang tua

Kesulitan bisnis yang diceritakan oleh orang tua dapat mendatangkan ide apabila dihubungkan dengan pendidikan, hobi, pengetahuan dan keahlian yang Anda miliki.

2.      Lingkungan rumah, yaitu tetangga, teman sekolah dan teman main

Peluang usaha dan ide usaha bisa muncul dengan mengamati atau mendengar kesulitan dan masalah yang tetangga atau teman hadapi apabila dihubungkan dengan pendidikan, hobi, pengetahuan dan keahlian yang Anda miliki.   

3.      Saat berkunjung ke berbagai tempat

Kegiatan traveling atau bepergian ke banyak tempat bisa mendatangkan inspirasi untuk menciptakan peluang. Yang saat ini sedang marak adalah jasa titip atau jastip.

   

Peluang dari Perubahan yang Terjadi

Perubahan yang terjadi seiring makin tingginya kualitas hidup bermasyarakat juga bisa menjadi peluang untuk memulai sebuah bisnis atau wirausaha. Beberapa perubahan yang dimaksud antara lain:

1.      Perubahan lingkungan

2.      Perubahan gaya hidup

3.      Perubahan tingkat kebutuhan

4.      Perubahan teknologi dan komunikasi

5.      Perubahan musim

Peluang dari Konsumen

Suara-suara kosumen yang dapat menciptakan peluang baru di antaranya:

1.         Keluhan-keluhan konsumen

2.         Saran-saran konsumen

3.         Permintaan khusus konsumen atau calon konsumen

4.         Angan-angan yang diimpikan konsumen tentang produk atau jasa tertentu

5.         Harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa



Peluang dari Gagasan Orang Lain

Gagasan orang lain yang bersifat orisinil akan memunculkan sebuah peluang usaha baru pula.



Peluang dari Informasi yang Diperoleh

1.          Lebih cepat menerima sebuah informasi tentang produk yang sedang tren di masyarakat dan cara memperolehnya bisa menjadi peluang usaha. Karena adanya kemampuan konektivitas (menghubungkan antara kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan) sudah Anda miliki.

2.         Informasi tentang kebutuhan produk yang harganya lebih mahal di tenpat lain untuk produk yang saman. Ini juga sebuah peluang karena adanya selisih harga.

3.          Informasi tentang kebutuhan produk tertentu dan Anda tahu dimana bisa memperoleh produk tersebut.





Bagian Ke 2

A.      RINGKASAN EKSEKUTIF

Ringkasan eksekutif merupakan ringkasan berkas prastudi kelayakan yang berfungsi sebagai highlight dalam business plan yang dapat menentukan pengambilan keputusan dalam melakukan mitra. Fungsinya agar pembaca tertarik dengan rencana bisnis yang dibuat. Hal ini sejalan dengan kesan pertama yang menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil calon mitra.

Dalam merancang ringkasan eksekutif, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1.       Ringkasan eksekutif memuat ringkasan gagasan dan pesan. Artinya, ringkasan eksekutif ditulis dengan singkat, padat, jelas, serta memiliki nilai jual. Bagian ini berisi identitas kamu, jenis bisnis yang akan kamu buat, jenis produkmu nanti, masalah yang tengah dihadapi berikut problem solving-nya, rincian modal yang diperlukan, tenggat waktu pengembalian modal, dan sebagainya. Cara ini ditujukan agar pembaca mau berinvestasi waktu dan modal untuk kamu.

  1. Menuliskannya di akhir. Beberapa orang kebingungan saat menulis ringkasan eksekutif, karena mereka membuatnya di awal. Seharusnya, tulis semua bagian dalam business plan, kemudian buat ringkasan eksekutif di akhir. Perhatikan, ringkasan eksekutif hanya berkisar 1 atau 2 halaman.

Lalu, apa saja isi dari ringkasan eksekutif itu? Biasanya, isi ringkasan eksekutif disesuaikan dengan tujuan business plan. Tetapi, ada bagian yang harus ada jika kamu membuat rencana bisnis untuk ditujukan kepada investor. Berikut ini beberapa poin penting yang menjadi bagian dari sebuah ringkasan eksekutif:

1.      Permasalahan

Harus diuliskan dengan lugas apa saja masalah yang dihadapi. Sebaiknya, ide bisnis tersebut mampu memecahkan masalah yang ada saat ini. Jika tidak, maka ide bisnismu tidak terlalu menarik.

2.      Solusi

Setelah pemaparan masalah sudah diidentifikasi dengan baik, selanjutnya kamu menjelaskan bagaimana bisnismu kelak memberikan solusi. Penjelasan disusun dengan baik agar kamu fokus pada solusi.

3.      Tim

Tim adalah salah satu bagian penting dalam bisnis. Tim yang solid dan mumpuni akan melahirkan produk khas. Pastikan kamu memiliki tim yang solid.

4.      Segmentasi pasar

Saat ini, ada dua model utama dalam berbisnis, yaitu bisnis yang didorong pasar (market driven) dan mendorong pasar (market driver). Bisnis reservasi tiket online merupakan contoh bisnis yang didorong pasar. Agar kamu lebih paham selera pasar, sebaiknya dilakukan survei. Survei itu bisa kamu lakukan dengan cara manual atau atau internet, lho.

5.      Pesaing

Dalam bisnis, biasanya akan muncul kompetitor. Tapi, ada juga beberapa bisnis yang belum memiliki kompetitor di awal berdirinya (pionir), misalnya ketika Apple inc meluncurkan produk iPad beberapa tahun silam. Siapa kompetitornya? Apa keungggulan dan kelemahan produk yang ditawarkan dibanding kompetitor?

6.      Ringkasan keuangan

Tentu saja bagian paling menarik bagi investor adalah keuangan. Pastikan kamu mempunyai rencana keuangan yang jelas, target penjualan yang jelas, target laba, dan tenggat balik modal, besaran ROI, kerugian maksimal, dan sebagainya.

7.      Pencapaian

Investor bukan hanya membeli ide, melainkan apa yang sudah dikerjakan. Sebaiknya memiliki purwarupa dari bisnis. Atau, jika  memiliki produk online, sebaiknya punya fanbase, subscribers, atau jumlah pengunjung website resmi.



B.       PELUANG USAHA

Menentukan dan mencari peluang usaha tidak semudah membalik telapak tangan. Harus dipikirkan apa bisnis yang tepat untuk dijalankan. Jika gagal dengan ide suatu bisnis maka harus mencari peluang dan ide bisnis lainnya.

Ada beberapa tips atau kiat untuk memilih peluang usaha yang terbaik dar sekian banyak peluang yang ada, antara lain:

1.      Minat dan kemampuan: Pilihlah jenis usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Selain itu terus tingkatkan kemampuan pada bidang usaha yang dijalankan.

2.      Modal: Modal menjadi pertimbangan kedua dalam menentukan jenis usaha. Sesuaikan bisnis yang akan dijalani dengan modal yang mampu dikeluarkan.

3.      Lokasi: Sesuaikan antara jenis bisnis dan lokasi yang akan ditempati sebagai tempat usaha. Jika hanya ingin menjual secara online, maka tidak perlu menentukan lokasi tapi cukup dilakukan di rumah.

4.      Selalu jeli melihat peluang: Seiring dengan perkembangan teknologi dan manusia, peluang usaha pun akan semakin berkembang. Dari peluang usaha yang tidak membutuhkan modal sampai usaha yang membutuhkan modal yang signifikan.

Ada banyak piihan peluang usaha, tergantung dari pertimbangan yang telah dijelaskan di atas. Berikut ini sejumlah peluang usaha:

1.      Peluang bisnis online

2.      Investasi di bidang forex (jual beli mata uang)

3.      Bisnis rumahan

4.      Usaha kuliner

5.      Bisnis jasa

6.      Ide usaha kreatif

7.      Usaha waralaba

8.      Berjualan sembako

9.      Bisnis UKM

10.  Usaha mainan anak

11.  Usaha bidang pertanian

12.  Usaha properti

13.  Dan lain-lain

C.   PEMASARAN

Pemasaran merupakan hal yang penting dalam sebuah bisnis atau wirausaha. Semakin baik strategi pemasasran, semakin cepat bisnis berkembang. Secara umum definisi dari marketing atau pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan untuk mempromosikan suatu produk atau layanan yang mereka punya. Pemasaran ini mencakup pengiklanan, penjualan, dan pengiriman produk ke konsumen atau perusahaan lain.

Dalam melakukan promosi, mereka akan menargetkan orang-orang yang sesuai dengan produk yang dipasarkan. Biasanya mereka juga melibatkan selebriti, selebgram atau siapa pun yang memiliki kepopuleran untuk mendongkrak produk tersebut. Tak hanya itu, dalam pemasaran, bagian yang memiliki tugas ini akan membuat kemasan atau desain yang menarik pada iklan sehingga akan banyak orang yang tertarik.

Selain itu, dengan adanya pemasaran juga sangat membantu para konsumen. Jadi mereka akan lebih mudah menemukan produk yang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Ketika pemasaran sesuai dengan targetnya, perusahaan akan mendapatkan banyak pembeli dan kefuntungan bisa didapatkan.

Adapun fungsi dari pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.      Pengenalan Produk

Pengenalan Produk

Pengenalan menjadi fungsi utama dari sebuah pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan adanya pemasaran, produk akan lebih mudah dikenal oleh pelanggan. Pemasar harus menonjolkan keunggulan dari produk yang di pasarkan. Sehingga bisa lebih menarik perhatian dibanding produk pesaing.

2.      Segmentasi pasar

Saat ini, ada dua model utama dalam berbisnis, yaitu bisnis yang didorong pasar (market driven) dan mendorong pasar (market driver). Bisnis reservasi tiket online merupakan contoh bisnis yang didorong pasar. Agar kamu lebih paham selera pasar, sebaiknya dilakukan survei. Survei itu bisa kamu lakukan dengan cara manual atau atau internet, lho.

3.      Riset

Riset memungkinkan pemasaruntuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai pasar target sebuah produk. Beberapa hal yang biasanya harus diriset adalah kepopuleran, usia, jenis kelamin kebutuhan hingga keinginan dan lain sebagainya. Nantinya produk yang diproduksi bisa disesuaikan dengan apa yang sesuai dengan target pasarnya.

4.      Distribusi

Dengan distribusi yang baik, akan memastikan bahwa produk dapat mudah dipindahkan dari lokasi produksi ke pasar luas menggunakan jalur darat, air dan laut. Selain itu juga memastikan bahwa produk dapat dengan mudah didapatkan oleh pelanggan. Sebagai pemasar juga harus merencanakan segala sesuatunya seperti armada, keuangan dalam proses distribusi

5.      Layanan Purnajual

Dalam sebuah penjualan, layanan setelah penjualan memang sangat dibutuhkan. Pemasar harus membantu pelanggan setelah mereka membeli produk. Misalnya seperti produk mesin, pelanggan mungkin akan merasa kesulitan ketika menemukan masalah pada mesin yang telah mereka beli. Tugas pemasar, memastikan dan membantu agar mesin itu berjalan dengan semestinya.



Ada berbagai jenis pemasaran dalam dunia wirausaha atau bisnis, yaitu:

1.      Branding

Produk dan layanan harus memiliki target pasar, dan nama atau “merek,” untuk dikenal. Branding adalah bentuk pemasaran yang memiliki fungsi sebagai iklan jangka panjang. Ini sangat membantu untuk membuat produk atau layanan menjadi lebih menarik dan terkenal. Branding sering kali menyertakan nama, slogan, dan logo.

2.      Iklan Siaran

Menggunakan radio sebagai media pemasaran adalah salah satu bentuk iklan berbayar yang paling umum. Pemasaran ke pelanggan sangat potensial ketika menggunakan radio karena pendengar radio benar-benar mendengarkan apa yang diucapkan oleh penyiarnya. Selain itu, juga bisa menggunakan media TV untuk menjangkau pelanggan secara luas

3.      Multilevel Marketing

Pemasaran dengan menggunakan multi-level marketing adalah bentuk penjualan langsung yang melibatkan banyak orang di mana perusahaan merekrut dan menjual produk-produknya. Multi-level marketing juga disebut network marketing karena tenaga penjualan mendapatkan komisi dari produk yang mereka jual serta komisi penjualan dari jaringannya.

4.      Internet/Online

Internet menjadi salah satu media pemasaran yang paling diminati. Hampir semua orang pasti menggunakan internet, sehingga pasarnya sangat luas. Pemasaran dapat dilakukan dalam berbagai cara seperti menggunaan email, website atau iklan. Target pasarnya juga bisa ditentukan karena banyak penyedia jasa iklan yang memiliki fitur ini.









D.      KONSEP PRODUK



Pada dasarnya, perusahaan atau produsen harus menerapkan suatu konsep agar bisa menjalankan usahanya dengan baik dan produk yang dihasilkan juga dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Di sinilah perlunya peran dari konsep produk.



Dalam hal ini, konsep produk (product concept) adalah salah satu filosofi pemasaran yang menekankan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur terbaik. Oleh karena itu, perusahaan harus mencurahkan energinya untuk membuat perbaikan produk yang berkelanjutan. Istilah ini juga merujuk pada versi terperinci dari ide produk baru yang memenuhi keinginan dan kebutuhan fungsional, sosial, psikologis konsumen. Sebagai elemen kreatif yang digunakan oleh pengiklan untuk mengembangkan strategi periklanan, ini adalah bundel nilai produk yang diberikan pengiklan kepada konsumen.

Manajemen yang fokus pada konsep ini berkonsentrasi untuk membuat produk yang unggul dan meningkatkannya dari waktu ke waktu. Mereka beranggapan bahwa pembeli mengagumi produk yang dibuat dengan baik.


Namun, mereka terkadang terjebak dan mungkin melakukan kesalahan karena percaya bahwa produk yang lebih baik dengan sendirinya akan mengarahkan orang membeli produk mereka. Padahal kualitas yang baik belum tentu sukses jika ini tidak didukung dengan harga, distribusi, iklan, dan penjualan yang tepat.

E.       ASPEK HUKUM DAN PERATURAN

Ketika memutuskan untuk memulai bisnis, risiko adalah hal yang tidak dapat dihindari. Salah satu risiko yang biasa ditemui oleh pebisnis adalah ditipu oleh sesama pendiri perusahaan, kehilangan aset pribadi karena bisnis yang dijalankan tidak berbadan hukum, atau klien yang tiba-tiba melakukan pembatalan dan tidak membayar biaya yang seharusnya dibayarkan. Di sinilah hukum bisnis berperan penting dalam berjalannya kegiatan bisnis.

Hukum bisnis terdiri dari 2 hal yang berbeda yaitu hukum dan bisnis, di mana masing-masing memiliki definisinya masing-masing. Menurut seorang ahli hukum yaitu H.M.N. Purwosutjipto, S.H., hukum adalah keseluruhan norma, yang oleh penguasa negara atau penguasa masyarakat dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat, dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut. Sedangkan bisnis dapat diartikan sebagai semua aktivitas yang melibatkan penyediaan barang dan jasa yang diperlukan dan diinginkan oleh orang lain yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Lalu apa itu hukum bisnis? Berikut ini beberapa penjelasan dari para ahli:

1.      Munir Fuady

Hukum Bisnis merupakan suatu perangkat atau kaidah hukum termasuk upaya penegakannya yang mengatur mengenai tata cara pelaksanaan urusan atau aktivitas dagang, industri, atau keuangan yang dihubungkan dengan produksi atau pertukaran barang atau jasa dengan menempatkan uang dari para enterpeneur dalam risiko tertentu dengan usaha tertentu dengan motif untuk mendapatkan keuntungan



2.      Abdul R Saliman dkk

Menurut Abdul R. Saliman dkk, Hukum Bisnis atau Business Law/Bestuur Rechts merupakan keseluruhan dari peraturan-peraturan hukum, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang mengatur hak dan kewajiban yang muncul dari perjanjian-perjanjian maupun suatu perikatan-perikatan yang terjadi dalam praktek bisnis

3.      Johannes Ibrahim

Hukum bisnis merupakan seperangkat kaidah hukum yang diadakan untuk mengatur serta menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam kegiatan antar manusia, khususnya dalam bidang perdagangan.

Tujuan dari hukum bisnis dibuat untuk mengatur dan melindungi bisnis dari berbagai risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Di bawah ini adalah beberapa tujuan hukum bisnis:

  1. Menjamin berfungsinya keamanan mekanisme pasar secara efisien dan lancar.
  2. Melindungi berbagai suatu jenis usaha, khususnya untuk jenis Usaha Kecil Menengah (UKM).
  3. Membantu memperbaiki sistem keuangan dan perbankan.
  4. Memberikan perlindungan terhadap suatu pelaku ekonomi atau pelaku bisnis.
  5. Mewujudkan bisnis yang aman dan adil untuk semua pelaku bisnis.

 Sementara, beberapa fungsi hukum bisnis adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi sumber informasi yang bermanfaat  bagi pelaku bisnis.
  2. Pelaku bisnis dapat lebih mengetahui hak dan kewajbannya saat mambangun bisnis, sehingga bisnisnya tidak menyimpang dari aturan yang ada dan telah tertulis dalam Undang-Undang.
  3. Pelaku bisnis lebih memahami suatu hak-hak dan kewajibannya dalam suatu kegiatan bisnis
  4. Terwujudnya sikap dan perilaku bisnis atau kegiatan bisnis yang adil, jujur, wajar, sehat, dinamis, dan berkeadilan karena telah memiliki kepastian hukum.

Hukum bisnis sendiri memiliki ruang lingkup yang cukup luas dan telah diatur di dalam undang-undang. Pada umumnya, ruang lingkup hukum bisnis mencakup beberapa hal seperti bentuk badan usaha (PT, Firma, CV), kegiatan jual beli (termasuk ekspor dan impor), investasi atau penanaman modal, ketenagakerjaan, pembiayaan, jaminan utang dan surat berharga, hak kekayaan intelektual, asuransi, dan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan bisnis.

Perlu juga dipahami bahwa terdapat 2 (dua) sumber hukum yang berlaku di Indonesia yaitu sumber hukum materiil dan sumber hukum formil. Sumber hukum materiil yaitu hukum yang dilihat dari segi isinya dan berasal dari faktor-faktor yang menentukan isi hukum yakni kondisi sosial-ekonomi, agama, dan tata hukum negara lain.

Sedangkan sumber hukum formil merupakan sumber hukum yang berkaitan dengan prosedur atau cara pembentukannya dan secara langsung dapat digunakan untuk menciptakan hukum. Sumber hukum formil antara lain terdiri atas peraturan perundang-undangan seperti UUD 1945, undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, serta peraturan daerah; traktat yakni perjanjian antar negara yang dibuat dalam bentuk tertentu; doktrin dari ahli hukum; dan yurisprudensi yaitu putusan hakim.

Kedua sumber hukum di atas merupakan dasar terbentuknya hukum bisnis atau hukum yang digunakan dalam menjalankan bisnis. Sebagai contoh, sumber hukum bisnis secara formil dari segi undang-undang antara lain:

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur tentang hubungan, baik hubungan atas kebendaan maupun antara perorangan dan badan hukum. Dalam KUHPerdata, terdapat aturan mengenai jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam (termasuk kredit), dan sebagainya.
  2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang antara lain mengatur tentang tindak pidana dalam bisnis, seperti penipuan.
  3. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang mengatur persoalan perdagangan secara khusus yang belum diatur dalam KUHPerdata seperti bentuk badan usaha meliputi CV dan firma.
  4. Peraturan lainnya di luar KUHPerdata, KUHP, dan KUHD, misalnya undang-undang yang mengatur tentang perseroan terbatas yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas atau undang-undang yang mengatur tentang investasi yakni Undang-Undang Penanaman Modal.

Selain contoh di atas, hukum bisnis juga berasal dari perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang melakukan transaksi. Pasal 1338 KUHPerdata memberlakukan asas kebebasan berkontrak di mana para pihak dapat menentukan sendiri aturan yang terdapat pada perjanjian yang mereka sepakati dan  perjanjian tersebut akan berlaku secara sah sebagai “Undang-Undang” yang mengikat para pihak.

F.       ASPEK LINGKUNGAN DAN AMDAL



Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakuknya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan tempat usaha yang akan dijalankan harus dianalisis dengan cermat. Hal ini disebabkan lingkungan di satu sisi dapat menjadi peluang dari bisnis yang akan dijalankan, namun di sisi lain lingkungan juga dapat menjadi ancaman bagi perkembangan bisnis. Keberadaan bisnis dapat berpengaruh terhadap lingkungan, baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan ekologi tempat bisnis yang akan dijalankan.



Analisis aspek lingkungan tidak hanya membahas tentang kesesuaian lingkungan dengan bisnis yang akan dijalankan, tetapi juga membahas tentang dampak bisnis terhadap lingkungan serta pengaruh perubahan lingkungan yang akan datang terhadap bisnis. Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehinggga menimbulkan dampak bagi lingkungan di sekitar lokasi bisnis. Perubahan kehidupan masyarakat sebagai akibat dari adanya aktivitas bisnis dapat berupa semakin ramainya lokasi disekitar lokasi bisnis, timbulnya kerawanan sosial, timbulnya penyakit masyarakat, juga perubahan gaya hidup sebagai akibat masuknya tenaga kerja dari luar daerah. Oleh karena itu, analisis pada aspek lingkungan memerlukan kemampuan analisis yang lebih komprehensif.



Aspek Lingkungan adalah untuk mengetahuidampak yang ditimbulkan jika suatu investasi jadi dilakukan, baik dampak negatif maupun positif. Dampak yang timbul ada yang langsung memengaruhi pada kegiatan usaha dilakukan sekarang atau baru kelihatan di masa yang akan datang. Oleh karena itu sebelum usaha dijalankan perlu dilakukan studi tentang dampak lingkungan untukmengetahui dampak yang akan timbul dan dicari jalan keluarnya untuk mengatasinya, studi ini dinamakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).



Ada banyak peraturan perundang-undangan mengenai AMDAL, yaitu:

1.      Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

2.      Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup

3.      Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2000 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

4.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.24 Tahun 2009  tentang Panduan Penilaian Dokumen Analisis Mengenai DampakLingkungan Hidup

5.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Penilai Analisis Mengenai DampakLingkungan

6.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai DampakLingkungan Hidup

7.      Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun2006 Tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan YangWajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup

8.      Keputusan Kepala BAPEDAL No8 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL

9.      Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No.KEP-124/12/1997 Tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL

10.  Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No.105 Tahun 1997 Tentang Panduan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

11.  Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No.KEP-299/11/1996 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam Penyusunan AMDAL



Kegunaan dilakukan AMDAL sebelum memulai bisnis adalah sebagai berikut:

1.      Peran AMDAL dalam pengelolaan lingkungan

Aktivitas pengelolahan lingkungan baru dapat dilakukanapabila rencana pengelolaan lingkungan telah disusunberdasarkan perkiraan dampak yang akan timbul akibatdari usaha yang akan dibangun.

2.      Peran AMDAL dalam pengelolaan usaha

AMDAL merupakan studi kelayakan lingkungan yangdisyaratkan untuk mendapatkan perizinan selain aspek-aspek lain dalam studi kelayakan bisnis.

3.      AMDAL sebagai dokumen penting

Laporan AMDAL merupakan sumber informasi yangdetail mengenai keadaan lingkungan pada waktu dangambaran keadaan lingkungandimasa setelah usahadibangun.



G.      ASPEK KEUANGAN



Mengelola keuangan suatu usaha (bisnis) dengan baik, bukan hanya dilakukan oleh usaha yang besar saja. Tetapi usaha kecil dan menengah harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Karena kinerja keseluruhan suatu usaha bisnis sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan usaha yang bersangkutan. Pengertian umum dari pernyataan diatas adalah bahwa semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut meraih sukses.

Seorang pemimpin atau pemilik perusahaan harus  menguasai  manajemen keuangan. Dengan menguasai manajemen keuangan, maka pengusaha atau pemilik perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan usahanya, dan kemudian dapat mengambil keputusan tentang langkah-langkah yang akan dilakukan, terutama apabila keuangan perusahaan tersebut ternyata menghadapi masalah.

Pengelolaan awal keuangan dalam berwirausaha adalah sebagai berikut:

1.      Memisahkan uang usaha dengan uang pribadi

Ini langkah pertama yang sangat penting khususnya bagi wirausahawan pemula sehingga tida ada kesulitan dalam mengontrol pemasukan dan pengeluaran usaha. Oleh karena itu, sekecil apa pun usaha, sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi agar dapat mencatat semua transaksi usaha dengan rapi

2.      Alokasi dan persentase

Setelah memisahkan uang pribadi dan uang usaha, selanjutnya tentukan besar persentasi keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha, seperti berapa persen uang yang digunakan untuk operasional usaha, berapa persen laba yang ditetapkan, berapa persen uang untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang digunakan untuk pengembangan usaha

3.      Pembukuan

Pembukuan bertujuan mengontrol semua transaksi keuangan, termasuk pemasukan, pengeluaran, serta utang-piutang. Pembukuan yang rapi juga akan mempermudah evaluasi perkembangan usaha.

4.      Pertahankan arus kas

Pertahankan agas cash flow tetap positif (untung), misalnya dengan menekan biaya produksi/biaya yang lain lebih kecil dari pemasukan, namun juga harus tetap mempertahankan aspek lain, misalnya kualitas produk atau jasa.

5.      Siapkan dana cadangan

Cadangan dana darurat dimaksudkan untuk mengantisipasi. Misalnya, bila dalam beberapa hari atau bulan tidak mendapatkan order, ada karyawan yang masuk rumah sakit karena kecelakaan, atau ada order yang cukup besar.

6.      Proteksi jiwa dan usaha

Ini menyangkut perlindungan pribadi dan usaha. Proteksi pribadi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan atau bahkan kematian. Proteksi terhadap tempat usaha (asuransi perusahaan) untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, misalnya pencurian, kebakaran, kerusuhan, dan lain-lain.



Jawaban Vclass Softskill

1.          Usaha kuliner dengan mobil Food Truck

Peluang usaha kuliner yang dijajakkan di mobil berukuran besar semakin diminati. Beberapa pusat perbelanjaan yang punya lahan outdoor luas juga sering mengadakan festival kuliner yang pesertanya food truck. Didukung dengan hobi nongkrong para remaja yang kadang bosan dengan suasana mall, kamu punya kesempatan besar untuk memajukan bisnis kuliner lewat food truck. Peluang usaha kuliner satu ini juga tentunya tidak membutuhkan modal sebesar membuka kios atau rumah makan. Konsepnya sederhana, menjual makanan cepat saji yang bisa dinikmati sambil ngobrol di ruang terbuka. Apalagi menjelang Piala Dunia tentu akan banyak acara nonton bareng di area terbuka, peluang usaha yang sangat menggiurkan sekali ini. Bisnis kuliner yang dijajakan di mobil berukuran besar karena lebih simpel dan tidak mengeluarkan banyak biaya seperti biaya kios.

2.          Aspek yang berperan penting dalam suksenya bisnis adalah Aspek Lingkungan dan Amdal. Karena aspek ini sangatlah menentukan suksesnya bisnis ini jika sebelumnya tidak melakukan survey lokasi maka bisa-bisa berdampak negatif untuk bisnis ini.

3.          Dari sekian peluang bisnis yang ada, bisnis berjualan makananlah yang menurut saya tidak ada matinya. Karena makanan sendiri itu selalu berkembang mengikuti trend serta mudah untuk diinovasi sehingga menciptakan berbagai jenis makanan yang unik dan enak. Dan jangan lupa manusia juga slalu butuh makanan :D
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates